Film London Has Fallen (2016) HDTS + Subtitle Indonesia

467 views

London Has Fallen (2016)

Released
4 March 2016 (USA)
CountryUK | USA | Bulgaria
Language
English
Genre
Action | Crime | Thriller
Director
Babak Najafi
Writers
Creighton Rothenberger (screenplay), Katrin Benedikt (screenplay) | 6 more credits »
Starcast
Gerard Butler, Aaron Eckhart, Morgan Freeman | See full cast & crew »
Ratingimdb-icon.gif6.3/10


Review:

pendapatan yang diperoleh dari $ 161.000.000 dengan menggunakan anggaran dari $ 70.000.000 tentu bukan prestasi buruk bagi Olympus Has Jatuh sebelum ukuran sebuah film thriller aksi dengan formula generik. Tapi menariknya produsen seperti pandangan yang berbeda dari sekuel untuk hanya menyediakan modal $ 60 juta. Cobalah untuk mengulang kesuksesan keuangan dengan modal kecil atau bahkan kepercayaan peluang untuk sukses yang kini sedikit? Tidak hanya memiliki daya yang kuat untuk membuat Anda bertanya "hanya itu?" Ketika selesai, London Has Fallen juga memiliki kesempatan yang kuat untuk menjadi versi film terbaik tahun ini dari Donald Trump.

Secret Service Agent Mike Banning (Gerard Butler) memikirkan pensiun apalagi istrinya Leah Banning (Radha Mitchell) sekarang hamil. rencana itu gagal ketika Perdana Menteri Inggris tiba-tiba mati, dan 40 kepala negara diundang untuk pemakaman di London, termasuk Presiden Amerika Serikat, Benjamin Asher (Aaron Eckhart). Persiapan darurat kembali membawa masalah bagi Banning ketika sekelompok teroris yang dipimpin oleh Aamir Barkawi (Alon Aboutboul) melancarkan serangan yang menargetkan para pejabat kunci sebelumnya. Tujuan mereka bukan hanya balas dendam atas serangan pesawat tak berawak Amerika Serikat dua tahun lalu, tapi untuk membunuh Benjamin Asher dan menyiarkannya ke seluruh dunia.

Ini adalah sebuah film thriller aksi yang malas, bukannya memanfaatkan "kelebihan" yang telah dibuat oleh pendahulunya dan membawa "bla bla Telah Jatuh" naik satu tingkat yang dilakukan oleh Babak Najafi dan timnya dari penulis ternyata hanya menyalin dan pasta. Tidak peduli apakah prestasi mereka pada tingkat yang sama dengan Olympus Has Jatuh tapi masalahnya adalah mereka tidak ada di tingkat yang sama. London Has Fallen jelek daripada kakaknya, tanpa malu atau bahasa halus percaya diri meminjam rumus klasik saudaranya secara penuh, kemudian mengganti Gedung Putih dengan London.

Salah satu hal yang mengganggu tentang London Has Fallen adalah direktur seperti menolak untuk membuat cerita sebagai bagian penting dari film. Anda tampaknya cukup tahu sinopsis nyata berisi plot dengan potensi untuk menjadi kompleks, dan kemudian mari masuk ke dalam sebuah film action dengan rumus Michael Bay-esque dengan kualitas visual yang buruk. Fungsi utama para pemimpin dan bisnis pemberontakan tentu untuk menciptakan kesan mencekam penuh situasi berbahaya yang mematikan dalam cerita, tetapi yang terjadi adalah sebuah film yang tidak tertarik dalam membangun ketegangan, masalah dasar telah dibentuk, dan mari kita memanfaatkan dan mengeksploitasi arena yang lebih luas dengan berjalan kecepatan bersama-sama penuh menggetarkan tingkat yang lebih rendah.

Jadi apa kata kedua? Mulai dari getaran, yang hambar. Ya, sebagai film dengan cerita utama tentang upaya penyelamatan bersama dengan berbagai tindakan tokoh penting ada ledakan penuh London Has Fallen terasa hambar. London Has Fallen alasan hambar ini selain upaya untuk terus tampak monoton bombastis bahwa ia tidak memiliki alasan yang kuat mengapa karakter dalam cerita ini begitu penting untuk tetap hidup. Nah, itulah bahaya. Kerumunan terus dilakukan untuk menunggu saat subteks politik dalam cerita akan mengambil tengah panggung dan menjadi fokus yang paling penting dari cerita, tapi sayangnya itu tidak akan datang. Sebaliknya, London Has Fallen lebih sering hadir saat konyol dengan dialog dan ekspresi karakter yang terasa kikuk dan memaksa begitu sering lebih cenderung untuk menjadi lucu bukannya terancam.

Benar, garis lurus pada niat untuk menjadi sebuah film thriller aksi yang hyperviolence juga dialami oleh karakter, ekspresi mereka lurus terutama Gerard Butler yang masih gagal terlihat seperti John McClane. Satu hal lagi yang muncul lurus, dengan premis cerita mengandung banyak pemimpin dunia berada di bawah ancaman terorisme London Has Fallen hanya dipilih untuk menunjukkan kucing mengejar tikus. Olympus Has Jatuh benar-benar menyukainya juga, tapi bermain mempersempit hanya di Gedung Putih berhasil dimanfaatkan Antoine Fuqua untuk menempatkan berbagai percikan kecil. Babak Najafi tidak berhasil melakukan itu, penggunaan lokasi tunggal gagal digunakan untuk membuat "nuansa" dari cerita.

Film pertama, Olympus Has Fallen, berhasil mengambil keuntungan dari Gedung Putih sebagai gimmick untuk memberikan film thriller aksi yang tidak buruk, ruang sempit menghasilkan getaran yang cukup oke. London Has Fallen adalah sisi yang berbeda dari kakaknya, dengan ruang tamu yang luas dan getaran yang buruk ia berusaha untuk menyajikan sebuah thriller aksi bombastis tapi berakhir "lamban" dan hambar. Jangan memilih untuk mengambil keuntungan dari pengaturan yang lebih luas dan lebih besar Babak Najafi membawa London Has Fallen muncul sebagai suatu tindakan yang penuh mengejar aksi bersama dengan kekerasan generik merasakan atau mencicipi terkait bahaya dan ancaman yang tidak mematikan. Adalah kesalahan fatal jika sebuah film thriller aksi gagal mencengkeram penonton. Tersegmentasi.

Sumber

London%2BHas%2BFallen%2B%25282016%2529%2
London%2BHas%2BFallen%2B%25282016%2529%2
London%2BHas%2BFallen%2B%25282016%2529%2
Download Single Link

Source: Drama Korea

Incoming search terms: